Palu 20 Mei 2026 Semuanya dimulai dari pagi yang biasa — atau seharusnya begitu. Rabu, 13 Mei. Mata baru terbuka, dan kaki kanan langsung protes. Bukan nyeri yang dramatis, tapi semacam isyarat aneh — lutut terasa tidak pada tempatnya, seperti ada sesuatu yang bergeser semalam tanpa izin. Salah tidur, mungkin. Atau mungkin ini tagihan dari gaya hidup yang selama ini kubiarkan menumpuk tanpa kubayar. Yang tidak kuduga, hari itu aku harus turun-naik tangga berkali-kali ke lantai satu — ada laptop rekan kantor yang bermasalah, error karena koneksi wifi ke MaxHub yang tidak beres. Tidak ada pilihan lain. Kaki sakit, tangga tetap harus ditaklukkan. ------- Malamnya, alih-alih istirahat, aku malah ikut persiapan camping. Besoknya, aku ikut campingnya juga. Bukan nekad tanpa alasan — ini campervan, pikirku, paling cuma jalan sedikit. Dan memang benar, di hari pertama kondisi masih bisa dikondisikan . Sakit ada, tapi tertutup oleh tawa dan kehangatan berkumpul bersama orang-orang yang dekat. A...
Entah rasa ini sudah ada atau beberapa hari atau minggu ke belakang memang merasa seperti ini? Setelah pekan kemarin dapat pengalaman luar biasa, pertama kali tampil dan menjelaskan presentasi depan 200+ orang. Saat ini masuk pekan ini, dari awal berangkat dari rumah rasanya udah ada yg buat kesel? Rasa malas hrus naik angkutan umum dan lanjut travel ke kantor. Dan pas sudah di kantor pun seperti apa ya d hati atau perasaan ini ada yg hilang? Entah apa yg kucari?