Tiap memikirkan kebutuhan uang dan itu kurang rasanya berat banget dan tiba2 jadi pusing sekali, mulai dari tuntutan keluarga juga merasa terbebani jadi sandwitch generation dimana orang tua yang selalu tiba2 minta uang dadakan, begitu juga kebutuhan rumah istri yg tiba2 minta dadakan uang ini itu bayar ini itu butuh ini itu, rasanya beban ini berat sekali, dan terkadang belum ikhlas tapi tetap harus menafkahi, karena memang ini sudah kewajiban kepala keluarga, saya merasa kadang apa saya belum selesai dengan diri saya sendiri? jadi merasa kalau ada uang gaji atau pendapatan itu pengen mencoba untuk senang-senang menikmati, tapi tentu tidak bisa karena ada keluarga yang harus dinafkahi, tidak bisa seenaknya menggunakan uang itu.
kadang teringat masa kecil dimana selalu lihat kenpaa keluarga saya miskin, kenapa orang tua saya banyak utang ini itu, banyak penagih kadang suka datang ke rumah, dan itu membekas dalam pikiran sampai besar sekarang. dan sampai sekarang sudah jadi kepala keluarga suka teringat what's wrong with my family?
Katanya dengan menulis bisa menuangkan beban pikiran dalam kepala, makanya saya coba praktekan dan melepaskan semua isi kepala dalam tulisan2 di blog ini, bismillah mudah-mudahan memang terasa sedikit lega ketika menuliskan atau melampiaskannya disini, walaupun saya masih merasa tulisan saya acak kadut.
2 bulan setengah atau 3 bulan sudah berada di tempat kerja yang baru di Jakarta, alhamdulillah secara pendapatan sudah lebih membaik dibandingkan dulu kerja di kampung, walaupun harus dibayar dengan jauh dari anak2 dan istri. Tapi setidaknya sudah mulai tidak harus gali lubang baru, sekarang fokus untuk menutup lubang2 yang pernah ada dan fokus perbaiki finansial bismillah.
Di bulan romadhon ini, saya ingin fokus meminta pada Allah agar bisa freedom finansial, bener-bener freedom finansial, terlepas dari semua lilitan hutang, tidak kurang kalau ada kebutuhan apapun selalu ada uang untuk memenuhi itu. aamiin allahumma aamiin, qobul ya Allah Yaa razzaq yaa fattah. aamiin